Hal-hal yang perlu Dilakukan ketika Batuk

Tindakan Terapi Pada Saat Batuk
1. Minum air yang cukup dengan harapan cairan mulia ini membantu ,membersihkan saluran pernafasan sekaligus mencukupi kebutuhan cairan/energi tubuh. untuk balita yang masih mengandalkan ASI sebaiknya ibunya meningkatkan kualitas asupan guna meningkatkan kualitas ASI.
2. Makan Dan Minum sebagai mana biasa,namun hindari penyedap,pengawet,pewarna sintetis untuk makanan dan minuman.
3. konsumsi herbal,antara lain madu hitam pahit,minyak habbatusauda,minyak zaitun,jahe dan ragam herbal lainnya yang telah disediakan Allah Taa`la disekitar kita,bahkan banyak terdapat didapur-dapur rumah.
4. Minum madu hitam pahit dengan takaran 2 sendok makan madu dalam satu gelas air ukuran sekitar 250 cc merupakan tindakan bijak.adapun untuk anak-anak cukup satu sendok madu dengan satu sendok makan madu dengan satu gelas air.
5.khusus bagi balita yang mengalami batuk rejan(batuk 100 hari) tetap diberikan ASI dan ibunya berusaha meningkatkan kualitas ASI dengan asupan yang bergiji.sibalita juga secara rutin  setiap jam diminumkan air madu sedikitnya 5 sampai 7 tetes minyak zaitun,dan 3 tetes minyak habbatusauda,bisa juga ditambahkan air kencur,jeruk nipis yang dicampur madu,atau air kayu manis dicampurt madu.
6.Bagi balita yang mengalami batuk lebih dari 3 hari ada baiknya diraba dari persendian ,punggung leher dan lainnya,bila ada suhu yang berbeda atau disentuh

Mengenal Batuk Lewat Artikel batuk

Mengenal Batuk Lewat Artikel batuk
Mengingat Batuk bukan penyakit,melainkan salah satu bentuk perlindungan tubuh dan bisa juga disebut terapi atau pengobatan internal tubuh"yang diciptakan Allah Ta`ala sebagai bagian dari kesempurnaaan penciptaan manusia,maka tidak perlu lagi tercapai secara spesifik .apalagi terapi yang seolah menganggap batuk sebagai penyakit yang justru malah menghentikan aktifitas positif batuk itu sendiri.karena pada dasarnya batuk maupun bersin merupakan tindakan pengobatan terapidari dalam tubuh manusia yang telah diciptakan Allah SWT.
Dengan demikian kampanye terapi batuk terutama dengan obat sintesis mengundang pertanyaan besar apa yang sesungguhnya mau diobati?sebab batuk itu sendiri merupakan terapi sitemik dari Yang Menciptakan manusia.
untuk itu sejumlah ahli medis konvensional pun mempertanyakan peredaran darah dan anjuran minum obat batuk,diantaranya  prof.Hidiarto.Dia menyayangkan sikap sebagian besar masyarakat yang belum mengerti tentang obat batuk."kalau orang bilang obat batuk,terus terang saya ngga ngerti apa yang dimaksud dengan obat batuk .orang mengira adalah obat yang bisa menghilangkan batuk,karena itu mereka selalu minum obat-obat batuk yang dijual,dengan harapan batuknya hilang.
ujarnya seraya menambahkan bila seseorang sebelumnya sehat lalu mengalami batuk bisa diduga dia flu.untuk itu dia menganjurkan tidak perlu risau dalam keadaan demikian,karena saluran nafasnya seteril.
sementara ketua Indonesian Pharmaceutical Watch(IPHW-Lembaga Pemerhati Masalah Kefarmasian Indonesia)Drs.Amir Hamzah Pane.Apt.,MM mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam melihat promosi obat batuk,terutama tujuan spesifik obat yang ditawarkan dan hindari anggapan yang pada sama semua merek obat batuk.  "disadur dari artikel batuk tabloid bekam edisi 10"